E-LEARNING DAN PENERAPANNYA

TUGAS MATA KULIAH KOMPUTER
“E-LEARNING DAN PENERAPANNYA”
OLEH ZETMA YOLANDA R (154110394) 3A

1.      E-LEARNING DAN PENERAPANNYA
Latar Belakang :
§  Perkembangan Teknologi
§  World Class University
§  Inovasi Proses Pembelajaran Di Perguruan Tinggi
§  Konten Vs ICT
§  Persaingan Pendidikan
Legal Formal dan Pengembangan
§  UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS
§  UU Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen
§  PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
§  Pengembangan ICT yang pesat

A.      Definisi E-Learning
Berikut beberapa pengertian E-Learning dari berbagai sumber :
Menurut (Michael, 2013 : 27) E-Learning adalah Pembelajaran yang disusun ialah dengan tujuan menggunakan suatu system elektronik atau juga komputer sehingga mampu mendukung suatu proses pembelajaran.
Menurut (Chandrawati, 2010) E-Learning adalah Suatu proses pembelajaran jarak jauh dengan cara menggabungkan prinsip-prinsip didalam proses suatu pembelajaran dengan teknologi.
ASTD (American Society for Training and Development) E-Learning : berbagai aplikasi dan proses yang sangat luas untuk mendukung pembelajaran berbasis web, pembelajaran berbasis computer, kelas virtual/maya, kolaborasi digital dan termasuk di dalamnya adalah penyampaian materi-materi pelajaran lewat media pita audio maupun video, siaran satelit, televise yang bersifat interaktif dan kepingan CD-ROM (compact disk-read only memory).
Jadi dapat ditarik kesimpulkan bahwa :
E-Learning adalah cara pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan media elektronik (internet, internet satelit, tape audio/video, TV interaktif, CD ROM interaktif) untuk menyampaikan bahan ajar maupun interaksi antara mahasiswa dan pengajar tanpa dibatasi jarak dan waktu.

B.      Sejarah dan Perkembangan E-Learning
E-Laerning atau Pembelajaran elektronik pertama kali diperkenalkan oleh Universitas Illinois di Urbana-Champaign dengan menggunakan system instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction) dan komputer bernama PLATO.
a)       Tahun 1990
Era CBT (Computer-Based Training) di mana mulai bermunculan aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC standlone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam berbentuk tulisan maupun multimedia (Video dan Audio) dalam format mov, mpeg-1, atau avi.
b)      Tahun 1994
Seiring dengan diterimanya Computer Based Training (CBT) oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara manual.
c)       Tahun 1997
LMS (Learning Management System). Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak, dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LSM. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antara LMS yang satu dengan lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, SCORM, IEEE, LOM, ARIADNE, dan sebagainya.
d)      Tahun 1999
Tahun 1999 sebagai tahun Aplikasi E-Learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia, video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.

C.      Posisi E-Learning
Australia Flexible Learning Framework For The National Vocational And Training System : E-Learning bagian dari flexible learning.
Learning Circuit, sebuah American Glossary, menempatkan E-Learning sebagai bagian dari pendidikan jarak jauh (distance education).

D.      Kelengkapan E-Learning
Kelengakapan E-Learning terbagi atas 4 yaitu :
a)       Dialog
b)      Keterlibatan
c)       Dukungan
d)      Kontrol

E.       Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Diera globalisasi informasi yang ditandai dengan perkembangan teknolgi informasi bahkan sudah sampai ke polosok, maka informasi atau ilmu pengetahuan menjadi tidak sulit lagi untuk mendapatkan. Melalui teknik pembelajaran yang interaktif yang berpusat kepada mahasiswa dengan memaksimalkan fungsi dan peran teknologi namun harus tetap berdasar pada tujuan pokok pendidikan maka pembelajaran E-Learning bias dipilih sebagai salah satu metode/teknik dalam pembelajaran.
Pengaruh IT Pada Berbagai Aktivitas


F.       Perubahan Paradigma Dalam Pendidikan


G.      Implementasi Pembelajaran E-Learning


H.      Komponen Evaluasi Dalam Pembelajaran E-Learning Diantaranya Adalah :
a)       Tugas Online Mahasiswa (Individu atau Kelompok)
Mahasiswa di minta mengupload Tugas, baik individu maupun tertulis. Bentuk tugas bermacam-macam, bias Text Based (makalah, ringkasan, translite, dsb) atau Multimedia Based (power point,video, web, voice record, dsb)
Tugas Online dapat diberikan kepada mahasiswa sesuai dengan rancangan program mapping yang dibuat. Tugas dapat berupa tugas individu atau tugas kelompok. Namun jika tugas kelompok, hendaknya mempertimbangkan faktor sumbagsih individu terhadap tugas kelompok tersebut.
Contoh :
Tugas Individu : Mahasiswa disuruh membuat rangkuman dari diskusi online mengenai topik pertemuan yang pertama. Tugas dapat dikumpulkan dalam bentuk softcopy maupun hardcopy. Tulisan tugas rangkuman tidak boleh lebih dari 1 halaman kertas A4, 2 Spasi, dan lain-lain.
b)      Quiz Online
(1)    Soal umum seperti soal teks essay atau pilihan ganda, soal benar atau salah, mahasiswa diminta menjawab soal-soal tersebut dalam tempo waktu tertentu.
(2)    Video materi atau bahan ajar, mahasiswa dilibatkan secara langsung dalam game yang telah dibuat (tampilan seperti game namun bersifat educative sesuai dengan materi ajar, mahasiswa akan mendapatkan point dan tidak hanya melatih motorik namun juga aspek kognitif (knowledge).
c)       MID / UTS
d)      UAS
Contoh Komponen Penilaian Akhir Dalam Pembelajaran E-Learning (Suplemental E-Learning)
No
Komponen Penialaian
Bobot (%)
1
Tugas Mandiri dan Tugas Kolompok (LKP)
10
2
Quiz Online
15
3
Ujian Tengah Semester (UTS) dikelas
30
4
Ujian Akhir Semester (UAS) dikelas
35
5
Partisipasi Dalam Diskusi Online
10
TOTAL
100

I.        Konsep E-Learning



J.        Keuntungan dan Kekurangan E-Learning
Keuntungan E-learning :
a)       Menghemat waktu proses belajar mengajar.
b)      Mengurangi biaya perjalanan.
c)       Menghemat biaya pendidikan (infastruktur, peralatan, dan buku-buku).
d)      Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas.
e)       Melatih pembelajaran lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.
f)        Adanya bantuan professional secara on-line.
Kekurangan E-learning :
a)       Butuh usaha lebih dalam mempersiapkan materi pembelajaran.
b)      Harus memperhatikan sisi pedogogi dari suatu materi.
c)       Mahasiswa perlu selalu dimotivasikan dan diorganisasikan.

K.      Pengajaran E-Learning
Pengajaran dalam E-Learning terbagi atas 2, yaitu :
1)      Synchronously (Serentak)
Partisipasi terlibat dalam pertukaran ide atau dengan partisipan lainnya pada saat yang sama. Contohnya : chatting, face to face discussion.
2)      Ansynchronously
Partisipasi terlibat dalam pertukaran ide atau informasi  tanpa adanya ketergantungan dari partisipan lainnya pada saat yang sama. Contohnya : e-mail, blogs, forum diskusi.
Metode Pembelajaran E-Learning Memiliki 3 Kunci Penting :
a)       Instruction
Adanya arahan tugas yang jelas
b)      Interaction
Adanya saran untuk berkomunikasi (mahasiswa-mahasiswa, mahasiswa-pengajar, mahasiswa-sumber lain)
c)       Evaluation
Adanya kriteria keberhasilan (bagi mahasiswa dan program)
Faktor yang Perlu Diperhatikan :
1)      E-Learning, Fokus utamanya adalah mahasiswa.
2)      Mahasiswa mandiri dan bertanggung jawab terhadap pembelajaran.
3)      Mahasiswa melakukan active learning.
Tugas Pengajar :
(1)    Menyusun bahan ajar.
(2)    Mengemas menjadi bahan belajar on-line.
(3)    Berkomunikasi dengan mahasiswa.
(4)    Memberikan tugas.
(5)    Mendorong mahasiswa untuk saling berkomunikasi.
(6)    Menyediakan waktu menjawab pertanyaan.
(7)    Mendorong mahasiswa aktif berdiskusi.


L.       Karakteristik E-Learning
1)      Sebagai Tambahan (Suplemen)
2)      Kebebasan menggunakan atau tidak menggunakan e-learning
3)      Sebagai Pelengkap (Komplement)
4)      Melengkapi materi yang belum jelas bagi mahasiswa
5)      Sebagai Pengganti (Substitusi)
6)      Pembelajaran secara on-line (e-learning)  telah diterapkan untuk pendidikan jarak jauh.

M.     Organisasi E-Learning
1)      Pengelola
(a)     Administrator
(b)    Dosen
(c)     Mahasiswa
2)      Komunikasi antar Komponen
(a)     Langsung (Synchronous)
Pembelajaran berlangsung pada waktu yang sama real time (dosen on-line)
(b)    Tak Langsung (Ansynchronous)
Pembelajaran berlangsung pada wakru yang berbeda (dosen off-line)
3)      Pelaksanaan Kuliah E-Learning
(a)     Learning sebagai Tambahan
§  Penunjang
§  Disimpan dalam server on line
(b)    E-Learning sebagai Pelengkap
§  Dismpan dalam LSM sederhana
(c)     E-Learning sebagai Pengganti Tatap Muka
§  Disimpan dalam LSM yang lebih lengkap.
4)      Komunitas Pembelajaran
E-Learning membangun komunitas pembelajaran yang aktif dan interaktif pada fokus kajian yang sama.

N.      Pengembangan Model E-Learning Menurut Haughey
1)      Web Course
Adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana peserta didik dan pengajar sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka.
2)      Web Centric Course
Adalah penggunaan internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional). Sebagian materi disampaikan melalui internet, dan sebagian lagi melalui tatap muka.
3)      Web Enhanced Course
Adalah pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan dikelas.
Bagaimana Belajar “anytime anywhere environment” dalam E-Learning bisa dicapai?


O.      Mengepa E-Learning ?
1)      Mengatasi rendahnya rasio dosen-mahasiswa
Beban dosen dikurangi dengan mengalihkan (sebagian) inisiatif pembelajaran kepada mahasiswa
2)      Fleksibilitas dalam pelaksanaan proses pembelajaran
3)      Melepaskan dari ketergantungan ruang dan waktu
(a)     Pengayaan (enrichment) dalam proses pembelajaran
(b)    Personalisasi proses pembelajaran
(c)     Lingkungan belajar yang lebih interaktif
(d)    Pengaturan kecepatan belajar oleh mahasiswa
(e)     Ketersediaan materi belajar yang lebih banyak dan bervariasi
4)      Kemungkinan perluasan layanan pendidikan
(a)     Setup program pendidikan yang lebih mudah dan cepat
(b)    Dapat diterapkan untuk berbagai scenario layanan pendidikan
§  Program-program konvensional
§  Distance learning
§  Pendidikan terbuka (open learning)

P.      Lingkungan E-Learning


Q.      Belajar Pada Era Informasi
Belajar jaman sekarang, sumber-sumber pembelajarannya, yaitu :
(a)     Dosen
(b)    Sesama mahasiswa
(c)     Narasumber lain
(d)    Koleksi perpustakaan
(e)     Artikel di web
(f)      Wiki dan situs - situs komunikasi
(g)     Informasi dari mailing list, forum, dsb.

R.      Persiapan SDM
Semua elemen SDM perlu dipersiapkan karena mereka akan masuk ke dalam sebuah lingkungan yang baru dan perlunya adaptasi.
§  Pandangan terhadap proses belajar – mengajar
§  Attitude
§  Keterampilan bekerja dengan TI
§  Keterampilan bekerja dengan informasi

1)      Persiapan SDM Dosen
Dalam lingkungan yang sarat dengan pemanfaatan TI, dosen bukan lagi satu-satunya sumber informasi yang autentik. Dosen lebih cocok berperang sebagai :
(a)     Insiator
(b)    Fasilitator
(c)     Motivator
(d)    Mentor
2)      Persiapan SDM Mahasiswa
Siswa perlu disiapkan karena mereka menjadi subyek pembelajaran, inisiatif belajar berada di tangan mereka. Dalam peran sebagai subyek, siswa memerlukan bantuan :
(a)     Dosen : memberikan pemahaman, mengarahkan memotivasi
(b)    Sejawat (Peer) : bersama – sama membentuk pengetahuan (mencari, mengolah, menganalisis, dan menarik kesimpulan).
3)      Kebutuhan Infrastruktur
Pada umumnya diperlukan :
(a)     Komputer untuk mengembangkan contens materi pembelajaran
(b)    Terminal – terminal akses (umum dan pribadi)
(c)     Piranti – piranti periferal (printer, CD-Drive, Scenner, dsb)
(d)    Jaringan local

(e)     Internet

Komentar